Sejarah & Pengetahuan Umum Karimun Club Indonesia

Karimun Club Indonesia didirikan pada tanggal 19 April 2001, atas prakarsa PT. Indomobil Suzuki
International, yang merupakan Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia, melalui VP
President Directornya, yang juga merupakan seorang legenda otomotif Indonesia, Bpk. Angky
Camaro serta Bpk. Subronto Laras. Namun sesungguhnya pencetus ide awal didirikannya KCI adalah
Bpk. Andreas Susanto Santoso, yang kemudian juga menjabat sebagai Ketua Umum KCI yang
pertama.

KCI adalah klub otomotif resmi Suzuki pertama yang didirikan dan bernaung di bawah Indomobil,
yang kemudian diikuti lahirnya klub-klub otomotif resmi Suzuki lainnya. Saat ini hanya KCI sebagai
satu-satunya wadah bagi para pemilik/pengguna mobil Suzuki Karimun semua varian, yang diakui
oleh APM Suzuki di Indonesia, yang saat ini namanya telah berubah, yaitu PT. Suzuki Indomobil Sales (PT. SIS).

DAFTAR KETUA UMUM KCI :
1. Andreas Susanto Santoso (2001 - 2002)
2. Adiek Suroto (2002 - 2003)
3. Tedjo Purwanto (2003 - 2005)
4. Ronny Gunawan (2005 - 2008)
5. Pujiyono Wahyuhadi (2008 – 2012, 2 periode)
6. Kurnia Hizsa/QQ (2013 – 2015)
7. Pujiyono Wahyuhadi (2016 – 2018)


PERJALANAN PERTUMBUHAN PENGDA DI KCI

KCI hingga tahun 2005-2006 memiliki 9 pengda, yaitu :
- KC Jakarta
- KC Bandung
- KC Cirebon
- KC Semarang
- KC Jogja
- KC Surabaya
- KC Bali
- KC Makassar
- KC Medan

Namun setelah tahun 2006, hampir seluruh pengda mati suri, kecuali KC Jakarta. Saat kepengurusan
periode ke 5, usaha pembentukan pengda lama dan baru yang terjadi adalah :
- Pembentukan Pengda baru, yaitu KC Bogor dan KC Tangerang
- Pembentukan kembali Pengda lama, yaitu :
o KC Bandung, yang berubah nama menjadi neo Karimun Club Bandung (nKCB)
o KC Semarang
o KC Surabaya
o KC Bali
o KC Makassar
o KC Medan

Pada periode kepengurusan ke 6, terjadi pembentukan pengda baru, yaitu :
- KC Jambi
- KC Serang
- KC Depok
- KC Bekasi
- KC Karawang
- KC Cirebon
- KC Tegal
- KC Pekalongan
- KC Kudus
- KC Padang
- KC Malang
- KC Balikpapan
- KC Banjarmasin
Pada periode ini juga terjadi revisi AD/ART, dimana KC Jakarta sebagai pengda dilebur dalam
kepengurusan KCI Pusat.

Pada kepengurusan periode ke 7 (saat ini), terjadi pembentukan pengda baru :
- KC Cianjur
- KC Lampung
- KC Tangerang Selatan
- KC Bukit Tinggi
- KC Pekanbaru

Serta yang masih dalam progres pembentukan pengda :
- KC Sidoarjo
- KC Jepara
- KC Bangka
- KC Batam
- KC Garut

Terdapat juga prospek pembentukan pengda di daerah-daerah, antara lain :
- Jogja
- Solo
- Pontianak
- Manado
- Gorontalo
- Palembang
- Kediri


DAFTAR PENGDA KCI PER JUNI 2016
1. KC Bandung, yang berubah nama menjadi neo Karimun Club Bandung (nKCB)
2. KC Semarang
3. KC Surabaya
4. KC Bali
5. KC Makassar
6. KC Medan
7. KC Bogor
8. KC Tangerang
9. KC Jambi
10. KC Serang
11. KC Depok
12. KC Bekasi
13. KC Karawang
14. KC Cirebon
15. KC Tegal
16. KC Pekalongan
17. KC Kudus
18. KC Padang
19. KC Malang
20. KC Balikpapan
21. KC Banjarmasin
22. KC Cianjur
23. KC Lampung
24. KC Tangerang Selatan
25. KC Bukit Tinggi
26. KC Pekanbaru
27. KC Sidoarjo (dalam proses)
28. KC Jepara (dalam proses)
29. KC Bangka (dalam proses)
30. KC Batam (dalam proses)
31. KC Garut (dalam proses)


ANGGOTA KCI

Per Juni 2016, anggota KCI yang terdaftar adalah sebanyak lebih dari 2800 anggota. Keanggotaan ini
adalah akumulasi dari seluruh anggota yang pernah/masih terdaftar sejak tahun 2001.

Saat ini, selain anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, KCI juga memiliki 3 (tiga) anggota
internasional yang resmi terdaftar, yaitu dari Inggris, Perancis, dan Jerman.




KEGIATAN RESMI DAN REGULER KCI

Jalan Jalan Karimun (JJK)

JJK adalah nama kegiatan reguler yang merupakan trademark KCI sejak 2001. Kegiatan ini konsepnya adalah touring ke luar kota. Biasanya menginap. Dalam perkembangannya, banyak pengda yang melakukan touring satu hari (one day touring), sehingga sering disebut sebagai Mini JJK.

Kumpul Kumpul Karimun (K3)

K3 adalah kegiatan KCI yang konsep dasarnya adalah kopdar/gathering. Dimulai diadakan pada akhir
tahun 2007, saat awal KCI mulai bangkit kembali dari masa stagnan.

K3 dapat berbentuk kopdar biasa, baik dalam skala kecil maupun besar, dan bisa memiliki tema bila
diperlukan. Misalnya K3 Donor Darah, K3 Halal Bihalal, atau sesekali diadakan K3 yang skalanya
besar, seperti K3 Akbar. Namun konsep utamanya tetap adalah event yang berbetuk gathering.

Satu tradisi yang kita kembangkan di dalam setiap acara K3 adalah tradisi potluck, dimana para
peserta gathering membawa makanan/minuman yang akan dinikmati bersama dengan seluruh
peserta K3.

PRESTASI KCI

Prestasi KCI, baik di Pusat maupun pengda-pengdanya sebtulnya sangat banyak, yang tidak mungkin
disebutkan satu persatu, seperti prestasi dan kesertaan dalam event maupun kontes-kontes
otomotif.

Namun secara nasional, prestasi yang cukup membanggakan adalah bahwa KCI adalah klub otomotif
pertama di Indonesia yang diangkat sebagai Duta Anti Narkoba oleh BNN, pada tahun 2010.

Dan pada tahun 2015, KCI mendapatkan penghargaan dari tabloid Otomotif, sebagai “The Most
Inspiring Club Of The Year”


HUBUNGAN KCI DAN ORGANISASI OTOMOTIF

Sejak 2003 sebetulnya KCI Pusat (saat itu masih atas nama KC Jakarta), sudah tergabung ke IMI DKI Jakarta. Begitu juga beberapa pengda KCI, seperti KC Bandung, dan KC Bali. Namun seperti diketahui, keanggotaan di IMI harus selalu diperbarui setiap tahun, dan memang saat ini KCI belum
mendaftarkan kembali keanggotaannya di IMI lagi, kecuali nKCB yang sempat memperbarui
keanggotaannya di IMI Jabar pada tahun 2009. Saat ini KCI belum berpikir untuk menjadi anggota
IMI lagi, mengingat benefit untuk menjadi anggota IMI masih belum terlalu jelas, dan urgensinya
masih belum terlalu besar.

Sejak 2009, KCI sangat aktif dalam interaksi di komunitas otomotif Indonesia, terutama dalam
perannya di Forum Komunikasi Klub dan Komunitas Otomotif (FK3O), sebuah asosiasi
klub/komunitas otomotif roda empat yang ada di Pusat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan
Bali. Saat ini KCI sendiri sebagai klub otomotif sangat diperhitungkan dan disegani oleh kalangan
komunitas otomotif di Indonesia, maupun di kalangan klub-klub resmi Suzuki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar